Kasus
Covid-19 di Indonesia

COVID-19 pertama kali muncul Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019. Virus ini menyebabkan batuk, flu, demam dan gangguan pernapasan akut parah (SARS-Cov-2) yang menyebabkan kematian.

Dua warga Indonesia dinyatakan positif COVID-19 pada 2 Maret lalu oleh Presiden Joko Widodo. Penularan terhadap pasien 01 dan 02 terkait kasus ke-24 Malaysia yang dinyatakan positif Corona pada 27 Februari lalu setelah pulang dari Indonesia.

Empat hari kemudian, 6 Maret, Achmad Yurianto mengumumkan dua pasien baru positif Corona. Dua pasien itu masih terkait dengan pasien 01 di Jakarta.

Kemenkes masih memantau kondisi fisik mereka. Yurianto enggan gegabah memulangkan pasien sebab masih menderita batuk dan pilek. Bila tidak hati-hati bisa menjadi subklaster baru seandainya positif, katanya. (sumber)

Bagaimana Pemerintah Menyikapi
Covid-19

Narasi-narasi aman yang diusung pemerintah tak banyak disertai gebrakan untuk antisipasi wabah. Yang ada sikap ini malah jadi senjata untuk ambisi lain: menggenjot sektor ekonomi.

Indikasi itu mulai tampak sejak Jokowi menggelar rapat terbatas Corona di Istana Bogor awal Februari 2020. Eks gubernur DKI itu justru lebih menekankan agar Indonesia bisa "mengambil keuntungan" dari kelumpuhan perekonomian negara-negara seperti Cina akibat COVID-19.

Yang kemudian jadi perdebatan, porsi utama insentif ini ditujukan untuk menggenjot pariwisata, tepatnya memancing turis dalam maupun luar negeri.

Rinciannya Rp98,5 miliar untuk maskapai dan agen, Rp103 miliar untuk keperluan promosi, untuk kegiatan turisme lain sebesar Rp25 miliar, serta Rp72 miliar untuk para influencer media sosial guna mengkampanyekan Indonesia bebas COVID-19. Belaka ngan sebagian porsi anggaran insentif itu ditunda, termasuk alokasi untuk membayar influencer, menyusul banjir protes dari publik dan fakta bahwa Indonesia positif terdampak COVID-19.

Namun, orang-orang kadung skeptis terhadap prioritas pemerintah. (sumber)
17 Februari 2020
Terlalu cepat mengklaim Indonesia bebas Covid-19
“Tentu ini bukan asal bicara, tapi merupakan hasil usaha yang maksimal, hasil penelitian yang maksimal dari pihak terkait bagaimana kami memitigasi corona di Indonesia.”
(sumber)
Ketua Wantimpres, Wiranto
17 Februari 2020
Mewacanakan paket insentif ketika negara lain membatasi akses wisatawan
“Jadi kami berusaha untuk mengambil kebijakan komprehensif, nggak parsial. Jadi ini akan kami lakukan dengan segera dan kami akan koordinasi dengan kementerian.”
(sumber)
Menparekraf, Wishnutama
29 Februari 2020
Mengimbau tenang dan berdoa, alih-alih lebih dulu menyodorkan langkah konkret
“Banyak kiai dan ulama yang selalu membaca doa qunut dan saya juga begitu baca qunut. Makanya Corona nyingkir dari Indonesia.”
(sumber)
Wapres, Ma'ruf Amin
2 Maret 2020
Tak kunjung umumkan aturan khusus dan seragam terhadap kedatangan wisatawan asing. Pemerintah hanya memperketat pintu masuk bandara di daerah-daerah
"Itu dari Menlu aja nanti. Sudah disepakati, yang jelas pembatasan mobilitas orang pasti ada."
(sumber)
Kepala Staf Presiden, Moeldoko
2 Maret 2020
Pemerintah umumkan dua WNI positif covid-19. Kontak penularan terjadi 14 Februari 2020.
"Tapi di situ dia sudah dirawat dalam pengawasan, dia pasien dalam pemantauan. Sehingga teman-teman dokter yang ada di rumah sakit tersebut sudah menyiapkan diri dengan peralatannya.”
(sumber)
Menkes, Terawan